Sarinah menjadi tujuanku malam itu, aku duduk KFC yang berada di pinggiran jalan arah Thamrin itu, memesan makanan kesukaanku, aku antri dengan tertib, tak terasa aku memesan itu membuatku semakin segar karena banyak pandangan gratis, beberapa tante tante cantik bersliweran dengan sangat rewel karena malas antri, bahkan ketika giliranku tiba, seorang tante nyelonong, namun dicegah pegawai KFC yang cantik.
“Ibu mohon antri ya“
“Nggak mau. Saya sering beli di sini, biar pemuda itu belakangan“ kata seorang tante dengan sombongnya, aku hanya menggeleng geleng saja, akibat gelenganku itu aku malah dihardik.
“Kamu mau apa ?” bentak wanita tersebut yang ternyata pengidap emosional kelas berat. Pertengkaran kami dilerai oleh pegawai dan seorang satpam ikut menengahi. Aku hanya diam saja dibentak dan tidak melayani debat nggak guna seperti itu, walau sangat cantik namun perangainya tak kusuka, aku akhirnya dapat giliran. Setelah itu aku mencari tempat duduk dan terasa penuh, hanya bangku kosong bagian pojok, itupun aku kudu minta ijin karena ketika mau duduk posisi cewek itu menutup ke arah kursi kosong itu, depannya hanya kaca karena posisi mejanya mepet ke dinding kaca itu.
“Mbak boleh saya duduk di situ“ tanyaku dengan sopan. Cewek itu menggunakan topi dan berkaca mata aku tidak mengenalnya.
“Silakan Han“ sapa wanita itu. Aku terkejut sekali kalo cewek itu tahu namaku.
“Siapa ya ?” tanyaku, cewek itu berpindah duduk di kursi kosong sambil menggeser nampannya.
“Masak nggak kenal sih ?” tanya balik cewek itu, lalu melepaskan kaca matanya.
“Payah, sialan lu“ makiku karena yang kukenal tak lain Happy Salma yang makan sendirian, aku langsung menyalaminya.
“Nggak ada cipika-cipiki ?” godaku sambil duduk setelah bersalaman.
“Enak aja, aku pacarmu apa“ balas Happy Salma dengan gemas, aku menjadi horny dan merasakan perbedaan sikap Happy Salma ini, bodynya benar benar menggiurkan, apalagi besaran buah dadanya yang over size itu. Belum lagi panjang rambutnya menambah keindahan kesintalan tubuhnya, walau sudah berumur 30 tahun namun cewek ini belum menikah, entah perawan atau tidak aku tak perduli. Namun untuk mengajak bercinta aku membuang pikiran itu.
“Nggak deh, cuma bercanda“ kataku dengan meminum cola bercampur es itu.
“Gimana pekerjaanmu ? masih sibuk desain web ?” tanya Happy Salma
“Iyalah, hanya bisa hidup dari itu. Mana nggak punya keahlian lain, melamar di sana sini nggak diterima, eh datang tawaran tapi nggak kuterima karena nggak suka sistem kantoran“
“Ih, kamu sejak dulu sudah pinter kok“ serobot Happy Salma ketika aku belum selesai bicara. Aku mengenal Happy Salma ketika ada sebuah perusahaan yang membuat webnya dihack oleh seorang peretas, entah dari mana pengelola website itu bisa menghubungi aku untuk meminta pertimbangan keamanan websitenya, kebetulan di kantornya aku memberikan masukan dan pembenahan mana kode program yang berlubang, dari situ aku berkenalan dengan Happy Salma ketika dirinya hendak membuat website pribadi.
“Main ke rumah ya, ada banyak yang bisa kita obrolin“ ajak Happy Salma.
“Sekarang ? ngapelin dirimu ?” tanyaku dengan terkejut.
“Ah, malam minggu sama sajalah, kamu ada waktu kan ?” desak Happy Salma dengan tersenyum.
“Nggak masalah, tapi jangan sampai malam malam, soalnya aku banyak pekerjaan kalo weekend” kataku mencoba untuk sekedar mengetesnya. Jadilah kami berdua keluar dari KFC, kami akhirnya memakai mobil milik Happy Salma, mobilku aku tinggal karena di situ parkiran 24 jam.
Tak banyak yang kami obrolan di jalan itu, kami sampai di rumah Happy Salma menginjak jam 8 malam, kami sampai dan dibukakan gerbang oleh seorang pembantunya, sudah tua lagi.
Aku diajak masuk ke dalam rumah dan diminta menunggu di ruang tengah, Happy Salma sudah berganti dengan pakaian yang nyaman, celana pendek dan kaos oblong, malah itu membuatku menjadi ngaceng sehingga aku menutupi selakanganku dengan bajuku.
“Tumben kamu keluarin bajumu, biasanya kamu rapi“
“Ya biar lebih rilekslah Sal“ kataku duduk di sampingnya. Aku menjadi sering tidak konsentrasi dalam bicara karena di sampingku gudukan besar di dada Happy Salma sangat merangsangku, demikian pula dengan Happy Salma yang juga tidak tenang dalam bicara, malah sering salah dibanding aku.
“Gini Han, aku punya masalah, bukan ah, bukan itu, aduh. Kok susah amat ya ngobrol di rumah” sungut Happy Salma dengan tertawa.
“Sama, aku punya masalah, sedang cari pacar. Ya setidaknya seukuran seperti dirimu“ kataku santai mencoba tidak kacau.
“Hah, aku ? ogah ah“ tukas Happy Salma dengan cepat.
“Enak aja, aku cuma bilang seukuran kamu“
“Emangnya kenapa sih Han ? kok kamu juga nggak tenang ?” tanya Happy Salma dengan perasaan tak karuan bahkan malah keluar keringat dingin.
“Kayaknya kamu sakit Sal“ cetusku memberikan penilaian.
“Nggak juga, aku sehat kok, tadi di KFC aku ceria banget. Kok sampai rumah jadi begini ya ?” tanya Happy Salma dengan tak mengerti.
“Apa karena aku Sal ?” ujarku dengan meliriknya karena sebelumnya aku memandang aquarium di depanku.
“Ah nggak, aku sebenarnya senang punya teman seperti kamu“
“Coba, jadi temanmu, dirimu suka. Gimana kalo aku jadi pacarmu ?” godaku membuat Happy Salma menjadi tergelak bahkan tergelaknya sampai membusung sehingga buah dadanya semakin membesar saja. Aku memandang gudukan itu sampai Happy Salma langsung menutup dadanya dengan kedua tangannya.
“Ah…“ sungut Happy Salma.
“Gratis“ timpalku cepat. Aku malah ditimpuki bantal oleh Happy Salma, dipukuli aku dibagian kepalaku, sehingga aku menangkis dengan mencekal tangannya, ketika mencekal itu ternyata Happy Salma tangannya berkelit dan sialnya tanganku justru malah mendarat di gudukan montok itu, sehingga membuat Happy Salma sampai terkesiap dan diam memandangku dengan melotot, aku bahkan sampai mematung dengan memegang buah dadanya.
Belum menyadari itu, aku malah menggerakan tanganku, mata Happy Salma pelan pelan malah menutup sayu. Sehingga aku semakin menggerakan tanganku meremasnya, Happy Salma menikmati remasan tanganku di buah dadanya yang membusung padat itu, hanya sekitar 10 detik kemudian dibukanya matanya, sedang aku dengan cepat menarik pakaianku yang menutupi selakangku sehingga penisku yang besar itu tercetak dengan jelas, ketika matanya membuka, mata Happy Salma langsung membuka dengan sangat lebar memandang selakanganku.
“Han“ panggil Happy Salma padaku dengan serak.
“Ya“ kataku semakin keras meremas buah dadanya.
“Hhmm. Han. aaah…“ desah Happy Salma yang kini terasa mulai terangsang, aku langsung memegang tangan Happy Salma dan kubawa ke selakanganku, tangan itu terasa kuat bertahan agar tidak kutarik, namun lama lama dan ragu ragu tangan itu menurut juga dan nemplok di selakanganku tepat di penisku.
Happy Salma memandang ke selakanganku dengan melotot, ketika tangannya sampai dibatangku, Happy Salma menekan dengan pelan, aku langsung memelukknya sehingga pegangan pada penisku menjadi lepas, aku langsung menyerbu bibirnya, namun ketika bibirku menerpa bibir Happy Salma, dirinya langsung menahan kepalaku menolak ciuman bibirku.
“Han. jangan“ sergah Happy Salma, namun tetap membiarkan tanganku di buah dada sebelah kirinya yang kuremas dengan lembut.
“Tanggung, ah“ kataku dengan nakal kembali menyerbu bibirnya, kudorong tubuhnya sehingga sampai rebah di sofa dan aku langsung menindihnya, Happy Salma seakan mau melawan namun akibat remasan tanganku pada buah dada rangsangan hebat menerpa Happy Salma sehingga dirinya langsung membalas pagutanku dengan lembut, aku semakin nakal, kulepas remasan buah dadanya itu dan mengelus pahanya yang mulus, kemudian naik ke atas, kami tetap saling mengulum bibir kami dengan lembut, tanganku menyusup ke dalam kaos obongnya, naik dan menyusup ke cup BHnya namun sesak, tanganku kunaikan dan kuremas dengan pelan dan lembut
“Hmmm. sssh…“ desis Happy Salma dengan suara kecil. Kami berdua semakin terangsang, apalagi tangan Happy Salma kini malah dengan nakal sudah memegang selakanganku meremas lalu tersenyum padaku ketika kami melepas pagutan.
“Mau lanjut Sal ?” tanyaku
“Hmmm…“ jawab Happy Salma tak kumengerti, sehingga aku menaikan tanganku sampai pundaknya dan menarik tali branya ke lengannya walau sangat susah karena ada kaos oblong itu, untung kaosnya longgar sehingga tali BHnya bisa melorot, aku langsung menurunkan tanganku dan menaikan cup branya kemudian kuremas buah dadanya dengan lembut, puntingnya lancip pertanda belum pernah menyusui, habis itu aku langsung menaikan kaosnya, bibir kami kembali bertaut dengan sangat mesra.
“Oooh Han… aaah… “ desis Happy Salma. Tanganku semakin keras meremas buah dadanya.
“Han… jangan“ tolak Happy Salma namun tidak membiarkan tanganku meremasnya, malah beberpa detik kemudian terbalik
“Remes Han, remess, aaah…“ Kuremas buah dadanya yang kenyal itu dan aku langsung melumat dengan cepat membuat Happy Salma membalas lumatanku, tangannya yang berada di selakanganku itu kini gantian meremas dengan kuat merasakan kerasnya batangku.
“Han, punyamu besar sekali. Oh Han, apa yang kita lakukan ?” tanya Happy Salma dengan mata sayu, sehingga aku langsung beringsut dan langsung memondongnya
“Kamarmu di mana Sal ?”
“Oh Han, jangan. aaah…“ tolak Happy Salma lagi. Aku tetap memondongnya, namun Happy Salma malah tidak menolak dan aku menuju ke kamar yang terdekat, apalagi kamar itu terbuka lebar, sehingga aku memondong tubuh yang sudah terangsang itu ke kamar, kututup dengan kakiku lalu kulemparkan Happy Salma ke ranjang sampai tengkurap, aku langsung melucuti celana panjangku serta celana dalamku, sehingga penisku langsung kelihatan, ketika Happy Salma berbalik langsung terkejut melihat batangku yang besar itu. Tanganku Happy Salma langsung menarik penisku dan menggenggamnya.
“Besar sekali Han, Hmm, boleh aku kulum Han ?” tanya Happy Salma dengan ragu ragu
“Lebih baik copot seluruh pakaian kita, sayang “ ajakku yang disambut senyum Happy Salma, pelan pelan kaosnya langsung dicopot dengan cepat, buah dadanya sebelah kiri sudah terlepas dari branya, dengan menarik kaitan bra di belakang terlepaslah penutup buah dada milik Happy Salma yang besar itu.
Aku sendiri juga membuka bajuku kemudian kaos singletku dengan cepat, Happy Salma langsung membuka celana pendek itu yang berkolor, kini Happy Salma hanya menggunakan celana dalam, lalu dengan gemas mengocok penisku
“Aku mau lihat vaginamu Sal “ pintaku yang disambut senyum Happy Salma, sehingga dirinya menarik tanganku agar aku melepas sendiri, kutarik celana dalamnya itu. Astaga naga .. celahnya sangat sempit dan bagaimana cara memasukan batangku, tapi aku malah merasa lubang itu pernah ada yang memakainya, namun harus kubuktikan, aku langsung menindih Happy Salma dengan cepat dan melumat habis bibirnya. Luar biasa montok Happy Salma, kulitnya mulus, rambutnya panjang, buah dadanya montok sekali dan besar, lubang vaginanya sempit. Beruntung malam ini aku bisa bercinta dengannya.
“Han. aaah… terus Han. beri aku kenikmatan“ pinta Happy Salma dengan menahan kepalaku ketika kami dengan sangat rakus saling melumat.
Luar biasa Happy Salma ini dalam posisi telanjang bulat, aku sendiri masih merasa tak percaya bisa menyaksikan tubuh telanjang Happy Salma, kami habis saling memagut dan merangsang di bagian alat vital kami. Tangan Happy Salma seperti sangat erat tidak mau melepaskan penisku yang besar itu, demikian pula dengan tanganku yang bergantian meremas buah dadanya kanan kiri, tubuh kami sudah terbakar asmara birahi, mata sayu Happy Salma mengundangku untuk memberikan kepuasan batiniah dengan ingin digauli, digumuli dan digenjot dengan penisku itu. Aku merasakan daya pikat Happy Salma yang menghipnotisku, tubuhnya sangat menggiurkan bahkan bisa membuat lelaki meneteskan air liurnya jika memandang pada bongkahan buah dada dan pantatnya. Aku kemudian tiduran di sampingnya dengan tanganku mengelus elus paha berisi milik Happy Salma.
“Sal, kamu nggak keberatan khan kalo kita bercinta dengan suka sama suka ?” tanyaku
“Nggak donk, aku juga sudah lama mengagumimu. aku juga sudah lama tak bercinta“ jawab Happy Salma dengan tersenyum, bahkan kemudian mendesis karena gerakan tanganku yang mengelus elus itu menuju daerah tubuhnya yang paling sensitif di belahan vaginanya
“Aku boleh keluarin air maniku di dalam ?” tanyaku dengan memandangnya penuh kemesraan
“Boleh, kalo aku hamil kamu harus tanggung jawab, tapi ya karena aku sedang tidak subur, jadi kemungkinan hamil kecil. Segera donk“ ajak Happy Salma dengan tersenyum dan masih memegang penisku dan dipermainkan dengan jari jari tangannya membuatku menjadi semakin ngaceng.
“Sekarang, yuk, kamu oral penisku dulu. Aku ingin merasakan kuluman bibirmu. Cepat sayang, penisku akan membuat dirimu terpuaskan, lihat tuh. Tanganmu tak pernah lepas dari kontolku, sayang, ntar nanti gantian aku oral tempekmu“ kataku dengan tertawa kecil dan disambut dengan kocokan nakal tangan Happy Salma di penisku. Happy Salma menjadi tertawa nakal karena aku semakin saja jorok berkata kata dalam keadaan bertelanjang bulat hendak mencapai pundak pendakian.
Tak terasa aku juga menjadi tidak tahan dengan kesintalan dan kemontokan Happy Salma itu. Dengan penuh kemesraan kami kembali memeluk dengan erat dan saling memagut di bibir kami, bibir seksi milik Happy Salma terasa manis bagiku, aku menikmati setiap mili bibir milik bintang sinetron itu, kami berpagut terus dengan disertai rintihan dan desahan serta erangan bersahutan
“Ough.. Han. Hhss..“ lenguh Happy Salma ketika kami saling memagut dan bermain bibir itu, tanganku menyusuri tubuh dan berhenti di gudukan yang sangat menantang itu, kurasakan kemontokan dan kekenyalan buah dadanya itu, setiap aku meremas buah dadanya, desah nafas Happy Salma semakin menaik dengan cepat, terkadang ketika aku meremas dan mempermainkan puntingnya, tubuh Happy Salma melengkung ke atas sehingga buah dadanya semakin keras kuremas remas sesukaku, aku dalam posisi menindih tubuh penuh keringat itu, sedang Happy Salma kakinya menjepit pinggangku dengan erat, tangannya memeluk ke punggungku, matanya merem melek keenakan merasakan rangsanganku yang tiada henti ke sana kemari menyusuri lekuk lekuk tubuhnya.
“Luar biasa buah dadamu, Sal. Aku suka dengan kemontokan tubuhmu“ pujiku dengan mengulum puntingnya, kedua tangan Happy Salma langsung memegang kepalaku dan menekannya keras.
“Sedot. aaah… Han sayang. Puasi aku, hhs… terus Han.“ lenguh Happy Salma dengan bertubi tubi. Happy Salma langsung menarik kepalaku dan aku dilumat dengan sangat rakus oleh Happy Salma, kami terbakar nafsu tak terkendali dengan sangat rakus, Happy Salma mulai bersikap sangat agresif sekali, dengan memelukku kemudian menggulingkan aku sehingga aku kini ditindih tubuh montok Happy Salma, dengan memelukku kemudian menaikan badannya dan duduk di atas pahaku, aku merasakan keempukan pantatnya itu.
“Besar kan buah dadaku, sayang “ tanya Happy Salma kepadaku dengan tersenyum, aku langsung mengangkat tanganku, Happy Salma memegang tanganku dan di bawa ke buah dadanya.
“Remes sayang. aku sudah menjadi milikmu. Aku ingin menikmati kontolmu ini“ tukas Happy Salma dengan mengenggam batangku dengan mengocoknya pelan pelan memberikan rangsangan pada batangku, tangannya kemudian turun memegang buah zakarku, dengan mata berbinar dan tersenyum padaku, aku hanya bisa menimpali dengan gemas
“Rasakan kontolku Salma, berhappy-happylah dengan kontolku‘’ godaku dengan meremas buah dadanya.
“Kamu duduk saja, pastilah ketika aku berhappy dengan kontolmu. Kamu pasti mau meremas buah dada dan pantatku. hhhm.. tadi apa ? Oh. godain juga tempekku ya sayang“ ajak Happy Salma dengan beringsut mundur, aku membuka pahaku dan aku langsung mengangkat tubuhku sampai terduduk, kugeser bantal untuk menyanggaku. Pelan pelan Happy Salma membungkuk sambil memegang batangku penisku, lidahnya langsung menjulur menjilati batangku ke atas dengan rakus, terasa sekali lidah Happy Salma ketika menjilati batangku itu sangat rakus, seperti sudah sangat lama tidak disetubuhi. Batangku berulang ulang dijilati naik turun, buah pelirku tak luput dari sapuan lidah Happy Salma.
Aku merapikan rambut panjang Happy Salma itu dengan tanganku, kusampirkan ke samping kepalanya, lalu aku langsung meremas buah dadanya yang menggelantung sangat indah itu. Dengan penuh nafsu, Happy Salma langsung menjilati batangku dengan sangat rakus, seperti seorang istri yang sudah lama tidak disetubuhi suaminya.
“Gede banget Han kontolmu‘’ timpal Happy Salma dengan suara yang mendesah menambah semangatku, buah dadanya menjadi santapan empuk tanganku, berulang ulang aku bermain dengan buah dadanya, meremas sepuasku kadang dengan meremasnya sekuat mungkin membuat Happy Salma sampai menahan tanganku yang meremas, namun ketika tanganku lepas, tangan Happy Salma kemudian kembali lagi bermain dengan penisku

“Kamu nakal. Ngeremes susuku keras keras “ protes Happy Salma dengan tersenyum, kemudian kembali menjilati batangku dengan penuh kerakusan, aku kemudian berpindah meremas pantat Happy Salma yang membulat itu, terasa sekali kemulusan tubuhnya terjaga. Dengan gemas pantatnya aku remas membuat Happy Salma sampai menggoyangkan pantatnya karena remasan tanganku. Dengan menjilati batangku berulang ulang dengan sangat rakus, kemudian langsung menelan batangku masuk ke dalam mulutnya. Dikulumnya batangku di dalam mulutnya
“hm… hhss… “ suara yang keluar dari mulut Happy Salma yang penuh dengan batangku, dikeluarkan batangku dengan cara menarik kepalanya ke bawah sehingga batangku ikut miring, nafasnya memburu, birahinya terbakar, dengan penuh kerakusan, batangku dikocok kocok dengan tangannya. “Han, trim ya Han. Kalo aku bisa menikmati kontolmu yang gede ini“ timpal Happy Salma dengan menganggukan kepalanya dan tersenyum dengan nakal.“Sama, sayang. Malam ini aku bisa bercinta denganmu Sal. Aku suka dengan kemontokan tubuhmu, dalam hati kecilku aku selalu ingin menyaksikan kepolosan tubuhmu“ pujiku dengan meremas kepala Happy Salma dan merapikan rambutnya lagi.

“Aku suka dengan buah dadamu yang besar ini, Sal. Uh, nikmat sekali aku bisa meremas buah dadamu”. Happy Salma tak menanggapi omonganku dan kembali sibuk bermain dengan batangku itu. Dengan sangat membabi buta mengoral batangku dengan tak perduli aku yang langsung tak karuan menggelinjang, batangku itu dijilati dengan cepat dan bahkan dengan meretas batangku sehingga aku sampai mendongak tak karuan.

“Kamu yang nagajakin begini, tanggung resikonya “ ejek Happy Salma kembali menelan penisku bulat bulat ke dalam mulutnya dan dioral dengan lidahnya, giginya sering mengena batangku dan aku merasakan sakit yang tak terhingga namun rasa sakit itu berganti kenikmatan dengan cepat.

“Terus Sal, kamu piawai juga oral kontolku. Salma, aaah…“ erangku dengan melepaskan pegangan buah dadanya dan bersandar ke belakang menikmati oral Happy Salma itu. Tak kusangka ternyata Happy Salma mempunyai sifat rakus dan agresif dalam hubungan seks, walau belum menikah namun nafsunya tak kalah dengan seorang tante girang yang maniak seks, aku mengkahwatirkan jika menikah kelak maka suaminya akan kelabakan meladeni nafsunya, kemungkinan selingkuh akan terbuka lebar jika suaminya kelak tidak mampu memuaskan hasrat birahi yang meletup itu.

Dengan ganas dan rakus, batangku keluar masuk ke dalam mulutnya, kemudian dikeluarkan dan digoyang ke sana kemari bahkan ditempelkan ke pipinya, kemudian dengan tertawa menjilati lagi batangku.

“Aku suka sama kontolmu Han, besar banget, uh… rasanya nikmat sekali. Sudah lama aku nggak nikmati kontol, sayang khan…“ unjuk Happy Salma dengan nakal disertai sikap genitnya lalu melepaskan batangku yang sudah mengkilap penuh air liur Happy Salma. Aku sampai ngos ngosan menikmati oral Happy Salma itu yang ganas dan rakus.

“Sorry kalo aku tadi terburu buru, maklum aku kehausan birahi Han. Nggak apa apa khan ?” tanya Happy Salma dengan menundukan kepalanya karena malu, aku langsung bangun lalu menaikan dagunya dan kuberikan senyuman mesra.

“Lakukan sesuka Salma, aku suka dengan kerakusan dan keganasanmu. Tapi lebih enak jika dilakukan dengan lembut dan penuh cinta. Sini gantian aku oral tempekmu, Salma“ ajakku dengan mendorong dadanya agar rebah.

“Oke Han, trims jika kamu mau mengerti. Segera oral tempekku Han, nikmati setiap mili dari lubangku itu, nikmati tempekku. Tempekku menjadi tempat curahan birahimu, buat aku sampai menggelepar dengan oralmu, Han. Oh…“ ujar Happy Salma dengan suara tak karuan. Ketika aku menyapu vaginanya itu, Happy Salma langsung melengkung ke atas, sehingga aku langsung meremas buah dadanya, belum lagi kepalanya langsung bergoyang ke sana kemari tak karuan, rambutnya menjadi berantakan, ketika diam menyaksikan lidahku bermain menyapu naik turun Happy Salma melihatnya dengan menggigit bibirnya.

“Terus Han, lebarin lubang tempekku agar kontolmu bisa masuk, lama nggak dipake tuh “ timpal Happy Salma dengan memegang kepalaku dan menekannya ke bawah sehingga aku tak bisa bergerak kemana mana, hanya bisa mengoral lubang itu dengan lidahku. Ketika aku menempelkan bibirku dan menyedotnya, pegangan Happy Salma terlepas dan langsung menggelinjang tak karuan, gerakannya bak cacing kepanasan.

“Sssh… Han.. aaah .. terus Han“ pekik Happy Salma dengan memejamkan matanya menikmati sedotan bibirku di lubangnya yang membasah itu. Gerakan lidahku berulang ulang melebarkan labia mayoranya ke kanan dan kiri dengan cepat, kubalas perlakuannya dengan oralku yang rakus membuat Happy Salma menjadi bergerak sangat liar.

“Han. aaah, kamu balas ya ? Uh, Han, aduh.. enak Han, terus Han.“ lenguh Happy Salma tak karuan dengan bergerak ke sana kemari, badannya setengah meronta ronta, tangannya mencakar sprei dengan kuat. Aku terus menerus mengoralnya, lidahku menyapu dan menusuk ke dalam lubangnya yang kian melebar dengan cepat, lenguhan, rintihan dan erangan Happy Salma semakin menjadi jadi.

“Han, aah. nggak tahan, pelan-pelan“ protes Happy Salma dengan menahan kepalaku, namun ketika kepalaku dilepas aku dengan rakus kembali menyedot lubang itu sekuatku, membuat Happy Salma langsung melengkung, tanganku langsung meremas buah dadanya dengan keras. Gerakan Happy Salma semakin tak karuan lagi, setengah badannya sampai mengguling ke kanan kiri, kemudian juga naik turun, kepalanya kadang bangun ke atas kemudian berdebam lagi ke ranjang.

“Terus Han. nggak tahan nih. aaah “ jerit Happy Salma dengan mulai menopang kakinya ke punggungku menekan kuat kuat ke punggungku, kepalanya tak karuan bergerak, vaginanya menjadi santapan empuk bagi lidah dan bibirku.

“Sedot klitorisku Han, cepat, sedot, sentil dengan lidahmu. aaauh… Han“ lenguh Happy Salma dengan sekuatnya, gerakannya semakin berontak, sprei bahkan sampai sobek karena cakarannya. Menit demi menit aku mengoral vagina Happy Salma sesukaku membuat dirinya menjadi tak kuasa melawan oralku.

“Han, aku mau sampai, aaah… “ lenguh Happy Salma dengan kuat dan terbanting setelah duduk. Tubuhnya menegang dengan sangat kaku, dan menyemprotkan cairan beningnya menembak ke mukaku, tubuhnya kemudian berkelonjotan tak karuan. Beberapa saat kemudian tubuhnya melemas dengan cepat, hanya dadanya naik turun menghembuskan nafasnya keluar masuk. Matanya terpejam sangat erat. Kubiarkan dirinya diam dan aku hanya kembali tiduran di sampingnya dengan mengelus elus pahanya dengan pelan untuk merangsangnya kembali, akibat rangsanganku itu, Happy Salma kemudian membuka matanya dan menahan tanganku yang sudah bergerak ke buah dadanya dan kuremas dengan pelan.
“Han. sabar ya, uuh.. Kamu nih jadi nggak tahan ingin aku disodoki. Masukin ya Han, pelan pelan“ ujar Happy Salma dengan bergerak bangun dan memegang batangku, kemudian kaki kirinya melangkahi kedua kakiku dan langsung memposisikan vaginanya ke batangku yang tegak, dipegangnya batangku dengan keras.
“Please, kamu suka nakal meremas kontolku, Salma sayangk. Perlakukan dengan baik dong, bukan dengan diperas kayak gitu, sakit tau“ sungutku.
“Maafin aku Han, oke deh. Aku terlalu bernafsu, tapi okelah, kamu boleh nikmati lagi kapan-kapan tubuhku, aku mendambakan bercinta denganmu terus, kamu mau khan ?” tanya Happy Salma dengan tersenyum lalu menekan lagi dengan kuat sehingga batangku menjadi mulai tenggelam ke lubangnya yang becek itu. Pelan pelan penisku mulai dijepit sangat luar biasa di vagina Happy Salma itu, jepitannya meremas sangat erat sekali, aku bisa menjadi tidak tahan.
“Luar biasa Han, kontolmu. Terbesar yang pernah kurasaka, Uh… Han… tempekku rasanya dibor sangat keras sama kontolmu. Han, kamu diam dulu ya. Biar aku yang penetrasi aja “ ucap Happy Salma dengan memejamkan matanya, ditariknya selakangannya kemudian menekan lagi sehingga batangku kini sudah masuk sampai hampir separo. Aku sampai berdegup tak karuan karena rasanya dijepit dalam vagina Happy Salma yang erat sekali. Batangku terasa dipuntir puntir sama cepat.
“Rasanya, tempekmu enak sekali Salma, sayangku. Oh Happy Salmaku sayang… aaah…“ erangku dengan menahan nafasku kuat kuat. Perjuangan kami untuk menenggelamkan batangku kami lakukan dengan penuh kerja sama. Happy Salma kini mulai bisa menuruti keinginanku agar tidak membabi buta, kepalanya digerakan ke sana kemari karena batangku yang besar itu terasa sekali mengoyak liang vaginanya dan kesakitan ketika batangku mili demi mili masuk. Luar biasa ketat dan keras lubangnya itu.
“Pelan ya Sal“ tukasku dengan menahan tanganku meremas bantal. Aku bisa tidak tahan dijepit dalam vagina Happy Salma ini. “Ya Han, nggak apa apa kamu akan muncrat, maklum lubangku lama nggak dipakai. please, tuh hampir mentok“ tukas Happy Salma dengan senang dan kemudian memejamkan matanya menikmati masuknya batangku mili demi mili. Kami sampai terpekik kecil ketika batangku sudah amblas. Mata kami terpejam dengan sangat erat merasakan nikmatnya kami bersetubuh. Kami kemudian terdiam dan membuka mata lalu saling memberikan senyum mesra.
“Kau hebat Han. Aku suka dengan besarnya kontolmu ini, duh, nikmat sekali. Rasakan jepitan tempekku, sayang “ kata Happy Salma dengan merapatkan kakinya. “Ah Salma. Happy, ah .. rasanya, Nikmat“ erangku tak karuan, Happy Salma hanya tertawa dengan menahan rasa sakit luar biasa namun penuh kenikmatan sehingga rasa sakit itu berganti dengan kenikmatan. “Kamu diam dulu, aku yang naik turun. Beruntung lho kamu bisa menikmati tubuh seorang artis, enak khan ?” goda Happy Salma. “Iya donk“ jawabku dengan singkat dan terkejut karena Happy Salma langsung naik turun menggenjotku
“Han, enak, nikmat“teriak Happy Salma yang naik turun dengan pelan di atasku, tangannya menopang di dadaku agar tidak terjengkang. Gerakan badannya naik turun, batangku terasa diperas dan dipilin pilin, kami merasa tidak akan bertahan lama. Genjotan Happy Salma dipercepat sehingga aku langsung meladeni genjotanya. Tanganku ditarik oleh Happy Salma dan diletakkan di buah dadanya, aku kemudian bangun dan duduk memangku Happy Salma.
“Nah gitu, segera remes susuku, sayang. Cium bibirku juga “ ajak Happy Salma. Aku langsung memeluknya, tangan kananku sendiri meremas dengan kuat buah dada Happy Salma. Sehingga kini Happy Salma yang kewalahan sehingga langsung menggenjotku dengan cepat dan tak terkendali, namun aku membiarkan saja
“Han. ougghh, duh Gusti, enaknya“ pekik Happy Salma dengan keras dan aku semakin lama tenggelam untuk melumat bibirnya dan meremas buah dadanya, penisku keluar masuk vagina Happy Salma dengan lancar.
“Han, nggak tahan, cepetin ya “ ajak Happy Salma dengan cepat langsung menggenjotku. Akibat gerakan pantatnya yang menghujam naik turun itu aku menjadi tidak tahan, kuremas buah dadanya sekuatku membuat Happy Salma menjadi tak kuat lagi, tubuhnya menegang dengan kaku. “Aah… dah, nggak kuuaat “ lenguh Happy Salma dengan keras, tubuhnya menegang, aku menyusul kemudian karena jepitan vaginanya merapat seiring orgasmenya. Aku ikutan menegan dan hampir bersamaan, kami berdua saling berkelonjotan dan memeluk dengan erat, aku diitindihnya kemudian batangku menyemprotkan air maniku banyak sekali.

“Cret… cret… cret.. cret “

“Oh …sssh“ lenguh Happy Salma untuk terakhir kali, aku tak kuasa lagi batangku mengucurkan cairan kental dan keluar dari sela sela lubang vagina Happy Salma itu. Kami sangat puas dan diam dengan saling memeluk erat, kubenamkan kepalanya dalam dadaku, Happy Salma mengelus elus pundaku dengan pelan. Kami terdiam mengatur nafas dan sibuk dengan pikiran masing masing, barulah kemudian Happy Salma bangun dan membuka matanya
“Ayo Han, kita lanjutin. Sampai kita sama sama nggak kuat. Malam ini kamu tidur di sini ya“ ujar Happy Salma dengan tersenyum padaku.
Luar biasa tenaga Happy Salma ini yang cepat bangkit setelah merasakan orgasme, aku sendiri tidak mengira Happy Salma langsung mengajak untuk meneruskan birahi kami. Aku lalu bangun dan kami berdua keluar dari ranjang, penisku berlendir kental demikian pula dengan vagina Happy Salma yang meneteskan cairan kental karena spermaku keluar di dalam vaginanya, aku diajaknya untuk dicuci penisku di kamar mandi yang berada di dalam kamar itu, sampai di kamar mandi aku langsung diguyur air dingin di penisku, lalu Happy Salma mengambil sabun dan mencuci penisku dengan gemas, bahkan terkesan seperti mau mengocok. Aku tak kuasa lagi merasakan nafsu birahiku sehingga aku langsung meremas buah dadanya. Penisku dengan cepat tegak kembali.
“Kau pintar mainin kontol Sal .. “
“Sabar dulu Han, duh“ ujar Happy Salma dengan cepat cepat menyelesaikan mencuci penisku dan kemudian mencuci vaginanya sendiri.
“Keburu rapet deh, susah masukin kontolku lho“ rajukku dengan semakin nakal meremas buah dada sebelah kirinya, habis itu Happy Salma langsung berdiri dan menarik tanganku untuk digandeng keluar kamar mandi yang tidak besar itu. Sampai di ranjang aku langsung mendorong tubuh Happy Salma untuk menaikan kakinya ke ranjang.
“Kamu naikin saja kakimu Salma, terus bungkukin badanmu, pake tangan kananmu menyangga tubuhmu” perintahku dengan segera karena penisku ngaceng tak tahan lagi. Happy Salma langsung menaikan kakinya, kemudian badannya membungkuk miring.
“Sakit Han… kalo gini, nggak nyaman deh “ protes Happy Salma dengan gemas.
“Sudahlah. Ntar aku perkosa kamu tahu rasa “ ujarku dengan mendesak dan langsung membungkuk, menyelusupkan kepalaku dan langsung menjilati vaginanya yang mulai merapat lagi.
“Han, oughhh…“ ringgis Happy Salma merasakan lidahku menyapu dengan gemas, bahkan aku semakin nakal menusukan jariku mengorek membuat Happy Salma langsung menggelinjang
“Nakal. pacarku saja nggak berani ginian. Masak kamu bukan pacarku sudah nakal meniduri aku“ goda Happy Salma dengan tersenyum nakal, diaturnya rambut itu yang panjang ke samping kepalanya. Aku bermain di vaginanya dengan mengorek memakai lidah dan juga menyedot dengan kuat
“Haan… “ lenguh Happy Salma dengan suara keras, aku langsung menyudahi oralku lalu menarik kepalaku. Setelah aku berdiri, aku langsung mengarahkan batangku lewat belakang itu dan menusukan batangku dengan pelan pelan
“Pelan ya Han. Uh, kontolmu, rasanya nikmat sekali. Aku suka Han, tahan dulu Han,sakit“ kata Happy Salma dengan terhenti karena penisku yang melesak masuk itu terasa sakit di vaginanya.
“Aku suka sama toketmu, Salma“ pujiku terhadap besaran buah dada Happy Salma itu
“Kalo gitu remes saja toketku, sayang. Remes sesukamu saja “ timpal Happy Salma dengan tersenyum padaku mengerling dan terlihat memang Happy Salma terlihat nakal sekali. “Tante Salma genit ah.“
“Hush, aku bukan seorang tante. Nakal ah. Han, kontolmu… aaah .. enak sekali menjepit kontolmu. ayo masukin terus Han. Tuh, galak banget “ pekik Happy Salma. Dengan menggeleng geleng dan kemudian memejamkan matanya. Aku sendiri juga menjadi tertahan merasakan jepitan vagina Happy Salma, otot otot di dinding vaginanya mulai kembali memilin batangku. Sehingga aku tertahan untuk terus menusukan batangku lebih dalam, kami malah saling melenguh bersamaan merasakan persatuan tubuh kami.
“Tahan dulu ya. Uh, benar benar nikmat sekali Han, enak lagi “ timpal Happy Salma dengan menjilati bibirnya, lalu pandangan matanya ditujukan ke selakangannya di mana batangku tertanam masih menyisakan beberapa centi
“Teruskan Han. Sampai mentok. Rasanya, kontolmu besar sekali. Bagian atas tempekku menggelembung nih. Tapi enak kok Han “ kata Happy Salma dengan kembali memandang ke depan, di dinding itu tergantung foto pria cakep yang merupakan pacarnya.
Happy Salma langsung meludahi foto pacarnya itu dan tertawa. “Rasain… diajak ginian sekali dah nggak mau lagi, dasar sok suci “ maki Happy Salma dengan tertawa. “Biarkan saja Sal.. biar aku yang memakai tempekmu terus“ tawarku. “Iya donk. yuk besok kita keluar kota aja, ke villa itu yang paling nikmat“ jawab Happy Salma dengan gemas lalu memundurkan pantatnya sehingga batangku mulai bergerak lagi lebih dalam dan dengan sekali tarik dan tekan sedikit keras ludeslah batangku dalam lubang yang becek itu.
“Aaauh… Hhsss… aduh“ lenguh Happy Salma
“Luar biasa jepitan tempekmu Sal. Aku suka. Besok lagi ya ?“ kataku dengan menarik batangku, dan kumajukan dengan pelan
“Eeh… terus“ erang Happy Salma dengan suara tak karuan. Batangku kini keluar masuk vaginanya dengan lancar, batangku sampai membentur bagian terdalam vagina milik Happy Salma ini, erangan Happy Salma tak tertahankan, emosinya ditumpahkan dalam hubungan cinta denganku, tanganku bergerak ke depan dan meremas buah dadanya.
“Ya. Remes susuku, remes. Han. Aduh, sakit Han. Pelanin donk “ teriak Happy Salma ketika aku tanpa diminta menggenjot dengan keras dan cepat, aku langsung mengerem laju batangku yang keluar masuk itu, terasa nikmat ketika menggenjot dengan cepat itu. Aku mengatur tempoku, sedang Happy Salma hanya bisa ber ah uh ah uh terus merasakan nikmatnya aku sodokin vaginanya.
“Ya .. enak Han .. nikmat .. nggak begitu sakit .. enaaak .. terusss … aaauh “ lenguh Happy Salma lagi dengan meremas sprei dengan tangan kanannya itu.
“Iya .sama “ tukasku
“Ganti gaya ah .. nggak kuat deh kalo gini terus“ ajak Happy Salma. Kutarik batangku keluar dari vaginanya, Happy Salma kemudian menurunkan kakinya yang menjejak ke ranjang itu, kemudian nungging dengan kedua tangannya “Ayo masukin, jangan bengong please “ bentak Happy Salma yang melihatku hanya memandang ke buah dadanya yang menggantung sangat indah itu.
“Oke,aku mengagumi buah dadamu Sal, gede banget “
“Sudah. kalo nggak tahan remes saja, bebas kok“ ucap Happy Salma dengan cepat dan aku langsung kembali mengarahkan batangku ke liang vaginanya itu, kuremas dulu pantatnya yang membulat itu. “Suka khan sama pantatku ?” tanya Happy Salma dengan nakal
“Iya…“ kataku dengan memasukan batangku, aku kemudian menusukan dengan kuat dan penisku pelan pelan melesak sampai mentok, walau kami sampai meringgis karena gesekan dinding vagina Happy Salma dengan penisku itu. “Sekarang genjot .. ayo genjot aku … “ perintah Happy Salma dengan tak kuat karena aku pelan pelan
“Tadi minta pelan. uh. nakal “ sungutku dengan menggerakan pantatku maju mundur menyodoki dari belakang. “Nah .. enak Han .. enak .. ayo terus auh .. “ lenguh Happy Salma dengan suara bertalu talu, aku meremas buah dadanya kemudian tanganku mengelus punggungnya, lalu memegang pinggang Happy Salma untuk mengontrol gerakannya agar tidak terlalu ke depan.
“Sama. hsss .. “ erangku tak kalah dengan erangan Happy Salma
“Pelan pelan dulu .. kalo aku minta cepat nanti akan bilang .. gini dulu aja yaaa .. boleh cepat tapi dikit “ kata Happy Salma dengan memandang ke depan lagi dan sekali lagi meludahi foto pacarnya itu.
“Putusin saja Sal .. aku mau jadi pacarmu ..” kataku dengan mempercepat sedikit sodokanku.
“Ah yang benar .. nggak aaah .. kamu jadi pacar gelapku saja donk .. kalo aku nikah kita tetap gini ya Han .. hamili aku sekalian ..” kata Happy Salma dengan tidak memakai logika
“Aku takut kalo kamu hamil, Sal .. nggak make kondom .. “
“Biar saja hamil Han. biar.. Kamu juga nggak perlu bertanggung jawab, tapi kalo mau nikah denganku karena kita begini. Aku mau kok, terus Han. Aku sudah nggak tahan.. lebih cepat lagi“ ajak Happy Salma dengan memandangku mengerling, tangannya meremas sprei sekuatnya. Benturan penisku didalam vaginanya sering membuat Happy Salma melenguh. Aku lalu menggenjot dengan lebih cepat karena Happy Salma hendak menuju ke orgasme. “Iya… aaah..“ jerit Happy Salma ketika aku dengan cepat dan keras menghujamkan batangku ke dalam vagina Happy Salma itu.
“plok plok plok.“ nikmat sekali bisa mneyetubuhi Happy Salma ini.
“Han, Burhan, nggak kuat ah. Mau sampai“ jerit Happy Salma dengan keras, goncangan tubuhnya membuat buah dadanya bergandulan dengan sangat indahnya, apalagi dengan balutan keringat itu tampak tubuh Happy Salma semakin indah sekali. Beruntung aku bisa menikmati kesintalan dan kemolekan tubuhnya.
Jepitan vaginanya semakin erat meremas penisku, aku merasakan gerakan Happy Salma semakin tak karuan, kepalanya sampai bergerak ke sana kemari tak tahan akan sodokanku yang semakin nakal menghujam keluar masuk, aku merasakan batangku semakin keras dicekal, dipilin, diremas dalam vagina Happy Salma itu.
“Han …. aduh .. nggak kuat ah ” erang Happy Salma dengan suara dikeraskan dengan kuat, kuhujamkan batangku keras keras dan Happy Salma menegang dengan kaku, matanya sampai terpejam erat merasakan orgasme. Batangku disiram cairan panas lagi dan sampai keluar di sela sela penisku yang masih menyodoki vaginanya. “Berhenti ah .. stop ah” elak Happy Salma dengan lemas dan kepalanya direbahkan ke ranjang, kuhentikan sodokanku itu dan aku hanya diam, kemudian aku menindihnya dan memberikan ciuman di pundaknya. Tubuh Happy Salma sangat lemah dan nyaris tanpa tenaga, tubuhnya yang mencapai orgasme itu tak kuat lagi, sehingga aku hanya bisa bermain dengan mengelus elus kepala Happy Salma serta merapikan rambutnya yang berantakan.
“Tante Salma hebat deh “ pujiku.
Tak ada jawaban dari Happy Salma karena masih menikmati sisa-sisa orgasme itu. Aku mendiamkan Happy Salma sampai bisa bangun lagi, tak berapa lama kemudian bangun lagi
“Han ..sayang .. jangan tindih Tante Salma deh” kata Happy Salma dengan menggunakan kata tante dan tersenyum.
“Nah, gitu deh Tante Salma. Aku suka deh dengan panggilan itu.“
“Oke deh Han .. kamu boleh panggil dengan Tante Salma. Tapi cuma malam ini demi memuaskan kamu, tuh kamu belum muncrat lagi.” ujar Happy Salma dengan hendak bangun, aku langsung mengangkat tubuhku dan kucabut batangku lagi.
Aku kemudian naik ke ranjang, Happy Salma membalik tubuhnya aku langsung menindihnya dan melumat bibirnya, kami berdua langsung saling bertempur dengan melumat dan meraba raba bagian vital kami, tanganku dengan nakal selalu meremas buah dadanya, bahkan Happy Salma memaksa batangku agar ditenggelamkan. “Masukin, cepat, ayo“ sergah Happy Salma dengan menahan kepalaku.
Aku langsung berhenti melumat bibirnya kemudian aku mengangkat tubuhku, Happy Salma membuka selakangannya lebar-lebar, aku memajukan dudukku dan kupaskan batangku ke vagina Happy Salma itu. “Ya, Han, betul, masukin terus, kamu genjot Tante Salma ya, yang keras nggak apa-apa,enak kok“ tukas Happy Salma dengan tersenyum, disekanya keringat yang membasahi wajahnya, lalu dipegangnya lenganku hendak mencakar ketika penisku melesak masuk dengan lancar walau pelan-pelan.
“Ah…“ erang Happy Salma kesakitan ketika batangku sudah ludes, aku langsung menarik batangku dan kugenjot dengan cepat, kembali suara benturan penisku dengan vagina Happy Salma semakin seru, apalagi aku semakin bernafsu untuk menuntaskan birahi ini. Tak terasa aku terus menggenjot Happy Salma dengan posisi duduk, kunaikan pantat Happy Salma agar naik dan aku menaikan selakanganku sampai aku bisa berlutut, tubuh Happy Salma melengkung, bagian kepala berada di ranjang, namun selakangannya mengambang dan aku sodokin terus
“Ah… Sssh…“ lenguh Happy Salma dengan bergerak kepalanya ke sana kemari tak karuan, aku menggenjotnya dengan cepat dan keras. “Ampun ah. ampun…“ rengek Happy Salma ketika batangku menghujam dengan sangat keras membuat Happy Salma semakin kewalahan, aku langsung menghentikan sodokanku, lalu kuturunkan tubuhnya lalu kutindih, Happy Salma langsung memelukku erat, aku kemudian menyerbu bibirnya dengan memagut. Happy Salma membalas pagutanku, habis itu aku bergerak lagi menyodoki dengan cepat, batangku keluar masuk, kupagut dan kulumat terus, kemudian tanganku langsung meremas buah dadanya. Happy Salma menjadi terkejut karena aku melakukan tiga teknik itu. Sehingga Happy Salma langsung memegang kepalaku.
“Gila, aaah. nggak kuaat aku, ampun aaah…“ erang Happy Salma dengan suara melemah karena seperti habis tenaganya.
Gerakan penisku keluar masuk dengan sangat cepat dan keras membuat jepitan Happy Salma semakin menyempit dengan cepat, kedua kakinya menjepit keras pinggangku, aku terus melumat, meremas dan menyodoki.
“Nggak. aah “ Happy Salma menegang kembali mencapai pendakian, kugenjot dengan menghujamkan lagi batangku keras keras. Dan orgasme Happy Salma datang lagi dengan mengucurkan cairan beningnya. Tubuhnya kemudian berkelonjotan dengan rambut tak karuan itu. Kubiarkan Happy Salma menikmati orgasme dengan menghentikan sodokanku. Aku menindihnya lagi dengan erat dan mencium keningnya. Happy Salma hanya memejamkan matanya erat erat. Nafasnya memburu dan dadanya bergerak dengan cepat karena berpacu dalam birahi.
Baru lima menit kemudian membuka matanya. “Kau hebat, sayang. Tante Salma makin suka sama kamu. tolong deh, ambilin foto itu “ kata Happy Salma dengan menunjuk ke dinding, tanganku yang dekat dinding itu menariknya tanpa aku melepaskan tindihan di tubuh Happy Salma. Kuberikan ke tangannya dan langsung dibuang sejauhnya membentur tembok lalu pecah kacanya.
“Lelaki penakut .. sebal aku .. “ sungut Happy Salma
Aku hanya diam saja, kemudian Happy Salma tersenyum padaku
“Kau yang bisa memuaskan aku Han. makasih ya Han.“ ucap Happy Salma dengan mencium pipiku.
“Oke deh.“
“Kita terusin lagi, setelah itu kita bobok. aku ingin kamu muncrat lagi di dalam, awas kalo di luar.” ancam Happy Salma dengan memagutku pelan.
Aku sangat puas bisa meniduri Happy Salma ini, kami berdua semakin tenggelam dalam lautan asmara birahi, memadu penuh dengan kepuasan dan saling menggoda dengan kata kata yang sangat jorok untuk menambah nikmatnya bercinta. Saking joroknya aku, Happy Salma ikut ikutan bicara jorok, sehingga kami berdua semakin suka dan berjanji ingin selalu mengulang lagi. Kami membuat janji lagi kalo lusa akan bercinta lagi di villa, memuaskan hasrat kami yang menggebu. Happy Salma sampai tertawa senang karena aku memberikan waktu padanya untuk pengin digenjot lagi.