Gita membuka matanya, dan melihat ke sekitarnya, sepi sekali. Gita melihat badannya yang putih mulus itu bercampur dengan sperma dan air seni Denis dan Roni yang sudah mengering. Gita bangun dari lantai, lalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Gita merasa kalau vaginanya terasa menagih untuk disodok kembali, lalu setelah Gita selesai mandi. Gita mencari-cari Rony dan Denis, tapi mereka tidak ada dimana-mana, lalu Gita melihat sebuah pesan.

“Kami pergi ke Padang, nenek sakit, 2 minggu lagi kami pulang, ttd Denis & Rony” Gita sedih karena dia ditinggal sendiri selama 2 minggu tapi Gita tidak ambil pusing, lalu Gita mengepel lantai yang sudah bercampur sperma dan air seni tadi. Lalu setelah selesai, Gita mengambil celana dalam yang masing-masing ada dildo di depan dan di belakangnya. Setelah memakainya, tubuhnya bergetar merasa nikmat akibat gerakan kedua dildo di kedua lubangnya kemudian Gita menyetel dan menonton film porno milik Denis tentang budak sex. Sudah 20 menit Gita menonton film itu, selama itu pula Gita terus meliuk-liukkan badannya karena sensasi nikmat dari kedua dildo yang dirasakannya itu.

Tiba-tiba ketika sedang asyik-asyiknya, Gita merasa kalau dibelakangnya ada seseorang, lalu secara tiba-tiba, orang yang berada di belakang Gita meremas-remas dada Gita dan memilin-milin putingnya sehingga otomatis susu mengalir keluar dari putting Gita, tangan asing itu terus mengerjai dada Gita sampai susu Gita mengalir ke seluruh tubuh Gita dan sofa, selama kejadian itu Gita hanya menutup matanya agar lebih terasa nikmat, tapi ketika tangan itu berhenti, Gita langsung menengokkan kepalanya karena dia penasaran siapa yang memainkan putingnya.

Ternyata orang itu adalah pembantu Denis yang bernama Warjo. Warjo berumur 60 tahun,wajahnya jelek dan sudah keriput, kulitnya hitam, dan badannya sudah kurus, dia sudah kerja untuk keluarga Denis sejak dahulu dan merupakan orang kepercayaan Denis kalau di rumah. Warjo berkata “non, dari pertama kali ngeliat non, saya udah nafsu banget ngeliat badan non yang sexy dan putih mulus ini” sambil terus meremas-remas dada Gita, Gita hanya mendesah “mmmmhhh,,,..,,,”

Setelah itu Warjo berjalan mendekati Gita, setelah Warjo berada di depan Gita yang sudah berlumuran susu, Warjo berkata “wah, ternyata non udah bisa ngeluarin susu, banyak banget lagi”, “ternyata bang Warjo, bang mau ngentotin aku?” balas Gita, Warjo menjawab “ya mau donk, siapa sih yang gak mau ******* ama non yang cantik dan aduhai kayak non Gita”, “tapi bang, gak usah manggil non ah, panggil Gita aja. Nah sekarang abang boleh gunain tubuh aku sepuas abang, karena tubuh aku boleh dipake siapa aja yang ada di rumah ini” balas Gita.

Warjo mengangguk lalu dia langsung menyedot puting Gita yang mengeluarkan susu. Warjo terus menyedot sampai pipinya yang sudah kempot menjadi tambah kempot. Setelah 5 menit Warjo menghisap puting Gita, Warjo lalu melepaskan celana dalam yang dipakai Gita, lalu berkata “wah, ternyata Gita tadi lagi seneng-seneng sendirian ya?”, Gita hanya membalas dengan senyuman manisnya. Tanpa basa-basi Warjo langsung melahap vagina Gita yang sudah banjir dengan cairan kewanitaan Gita sendiri, Warjo melahap semua cairan Gita sampa-sampai terdengar bunyi “slluuurrppp….”, Gita hanya menutup matanya karena terasa begitu nikmat.

6 menit sudah berlalu, Warjo sudah melahap habis semua cairan yang ada di vagina Gita.
Lalu Warjo melepaskan pakaiannya sendiri, setelah Warjo hanya tinggal memakai celana dalam saja, Warjo meminta Gita untuk melepaskan celana dalamnya. Sebelum Gita melepaskan celana dalam Warjo, Gita menjilati penis Warjo yang masih terbungkus celana dalam, Gita terus menjilatinya sampai celana dalam Warjo basah karena jilatan-jilatan Gita, Warjo hanya merem melek menerima jilatan-jilatan dahsyat Gita pada penisnya yang masih terbungkus celana dalam.

Lalu Gita melepaskan celana dalam Warjo, terlihatlah penis Warjo yang tidak terlalu besar, hitam, dan sudah keriput. Gita langsung memasukkan penis Warjo kedalam mulutnya, dan memaju-mundurkan kepalanya agar lebih terasa nikmat, selama 10 menit Gita mengulum penis Warjo, Warjo meminta kepada Gita agar berhenti karena Gita sangat lihai memainkan mulutnya, Warjo takut akan keluar. Lalu Warjo menggendong Gita ke kamar Gita, setelah sampai Warjo langsung melumat bibir mungil Gita dan memainkan lidah di dalam mulut Gita, Gita membalasnya dengan memainkan lidahnya juga sehingga lidah keduanya bertemu dan saling membelit.

Setelah puas, lalu Warjo menghisap puting Gita dan meminum semua susu yang keluar dari puting Gita, setelah 10 menit, Warjo tidak tahan lagi, dia langsung menancapkan penisnya ke dalam vagina Gita dan langsung mengenjot tubuh Gita. Gita merasakan sensasi nikmat dan juga sensasi geli karena kulit penis Warjo yang sudah keriput bergesekan dengan dinding vaginanya. 15 menit berlalu, kini mereka sudah dalam posisi doggystyle, ternyata Warjo menyukai posisi ini karena dia merasa penisnya lebih masuk ke dalam vagina Gita, lalu Gita berkata sambil mendesah “mmmhh,,,mhh,,,,baaanngg,,,,kee,,,luuuaaaarriiiinn nnn,,,,,,diiii,,,,daaa,,,,,laaaammm,,,,aaaaaajjaaa !!”, Warjo tidak menjawab dan terus memaju-mundurkan penisnya ke dalam vagina Gita, setelah 15 menit akhirnya Warjo dan Gita mengalami orgasme, Warjo menyemburkan spermanya dalam vagina Gita lalu Warjo berkata “ gila, memek non sempit banget,,,enaakk!!”, “iyaa donk,,,, siapa dulu, Gita!!” balas Gita.

Lalu mereka beristirahat, selama beristirahat Warjo terus menghisap puting Gita dan susu yang keluar dari puting Gita. Setelah 5 menit, Gita berkata “bang, panggilin semua pembantu cowok di komplek ini donk, aku lagi pengen dientot rame-rame nih,,,,please yah bang”, “wah, ternyata non suka banget ******* yah, abang gak nyangka cewek secantik non mau negentot sama orang yang belum dikenal, oke deh non, abang panggilin dulu yah!” balas Warjo. Lalu Warjo memakai bajunya dan pergi keluar, sedangkan Gita pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri sambil menyiapkan tubuhnya untuk dinikmati oleh para pembantu yang sama sekali tak dikenalnya.

Setelah 15 menit Gita selesai mandi, lalu Gita memakaikan parfum untuk badannya dan memakai sabun khusus wanita agar vaginanya menjadi wangi dan kesat. Tak lama kemudian, Gita mendengar suara pagar dibuka dan suara-suara cowok, lalu setelah rombongan itu masuk ke kamar Gita, Gita sedikit terkejut karena ternyata rombongan itu berjumlah 30 orang termasuk Warjo, dalam rombongan itu, Warjo berkata pada Gita, rata-rata umur mereka 50an. Gita tidak terlalu memikirkan umur mereka, Gita hanya ingin vaginanya terus dimasuki penis dan mengalami orgasme yang tidak ada hentinya. Ternyata Warjo menemukan obat kuat khusus kepunyaan Denis, dia menemukan sekitar 60 butir, lalu Warjo bertanya kepada Gita “Gita, nih obat apaan?”, “udah abang-abang minum 2 butir aja, ntar liat aja hasilnya” balas Gita, lalu masing-masing dari mereka meminum 2 butir, setelah semuanya meminum 2 butir, penis mereka semuanya langsung menegang keras sekali, lalu Gita berkata “yang kalian minum itu obat kuat, fungsinya membuat penis menjadi tegang dan membuat penis selalu bisa mengeluarkan sperma selama 6 jam, dan karena kalian minum 2 butir berarti penis kalian akan terus tegang dan mengeluarkan sperma selama 12 jam”, mereka sedikit kaget tapi melihat tubuh Gita yang putih mulu, sexy, dan sensual itu mereka menjadi bahagia karena mereka akan terus mampu menggenjot tubuh Gita yang sempurna itu. Lalu Gita berkata “nah sekarang, tubuhku boleh kalian gunain sepuas kalian, aku adalah milik kalian!!”.

(tau donk apa yang selanjutnya kalau ada cewek cantik yang telanjang dan 30 laki-laki yang nafsu dalam satu ruangan? Tau kan,,,, udah pada gede ini…..hehehee). Vagina, anus, dan mulut Gita tidak pernah kosong, selalu ada penis yang mengisinya. Gita merasa sangat senang karena tubuhnya dapat dinikmati oleh banyak cowok yang tak dia kenal secara bersama-sama. Sudah 11 jam berlalu dari jam 12 pagi hingga 11 malam, entah sudah berapa kali Gita orgasme, sudah berapa kali penis masuk ke vagina, anus, dan mulut Gita, dan juga vagina, anus, dan mulut Gita sudah banjir sperma, Gita senang sekali kalau tubuhnya dipakai oleh banyak laki-laki yang tak dikenalnya secara bergantian. Setelah mereka semua puas mengeluarkan sperma di dalam tubuh Gita sampai-sampai sperma mereka mengalir deras dari vagina,anus, dan mulut Gita, mereka berencana untuk membuat Gita berenang dalam kolam sperma, Warjo pergi keluar untuk mengambil kolam renang anak kecil yang terbuat dari plastik, sementara Gita masih disodok secara bergantian. Warjo masuk kembali dengan kolam renang Rony dulu yang terbuat dari plastik yang tingginya mencapai leher Gita, lalu menggendong Gita yang bermandikan sperma dan keringat ke dalam kolam renang itu. Setelah Gita berada di dalam kolam renang tersebut, mereka mengambil posisi 5 orang mengelilingi Gita lalu, mereka secara bersamaan mengocok penis mereka, lalu mereka mengeluarkan sperma mereka secara bersamaan ke tubuh Gita yang ada di dalam kolam renang plastik itu, setelah 5 orang itu selesai mengeluarkan spermanya, mereka bergantian dengan 5 orang berikutnya, dan seterusnya hingga Gita berenang dalam kolam sperma karena sperma para pembantu tersebut tidak bisa habis karena obat Denis jadinya kolam renang plastik itu menjadi kolam sperma, dan Gita berada di dalamnya. Mereka terus mengeluarkan sperma pada Gita secara terus menerus sampai efek obat itu habis, karena sudah 12 jam mereka menggenjot tubuh Gita.

Penis mereka sekarang sudah tidak tegang lagi, lalu tiba-tiba Gita berkata dengan sisa-sisa tenaganya “abang-abang sekalian, tolong kencingin aku donk, biar aku berenang di kolam sperma dan kencing kalian, lalu salah seorang dari mereka berkata “wah,,,wah,,wah,,, si non Gita ini cantik-cantik demen banget ama peju ‘n air kencing”.
Gita hanya tersenyum dengan muka yang penuh sperma. Lalu mereka mengambil posisi 5 orang 5 orang seperti tadi dan mengeluarkan air kencing secara bergantian, ada yang mengeluarkan air kencing di mulut Gita dan ada juga yang mengeluarkan air kencing di muka Gita.

Setelah semua sudah mengeluarkan air seninya, mereka meninggalkan Gita dalam kolam yang berisi sperma dan air seni mereka, dan mereka langsung pulang ke rumah majikan mereka masing-masing.

Gita bisa berdiri karena kolam berisi sperma dan air seni itu hanya mencapai lehernya. Sambil beristirahat, Gita meminum sperma dan air seni yang ada di sekelilingnya. Dan tanpa terasa, Gita tertidur dalam kolam tersebut.